Mengenal Virus Gemini

PetaniModern. Bagi petani cabe virus gemini atau virus kuning atau virus bule tentu sudah tidak asing lagi, Gejala tanaman yang terkena Virus Kuning :
  1. Cabai berubah dari warna hijau menjadi menguning. Warna kuning hampir mirip penyakit bulai pada jagung sehingga sebagian petani menyebutnya penyakit  BULE.
  2. Dari pengamatan selama ini untuk  cabai merah yang 100% terserang, tidak menghasilkan buah sama sekali.
  3. Penyebab penyakit adalah anggota kelompok virus gemini yang juga banyak menyerang tanaman tembakau, tomat dan tentunya CABE
  4. Variasi gejala yang mungkin timbul pada cabai adalah sbb:
  • Pucuk mengkerut cekung berwarna mosaik hijau pucat, pertumbuhan terhambat, daun mengkerut dan menebal disertai tonjolan berwarna hijau tua.
  • Mosaik kuning pada pucuk dan daun muda, gejala berlanjut pada hampir seluruh daun menjadi bulai.
  • Urat daun pucuk atau daun muda berwarna pucat atau kuning sehingga tampak seperti jala, gejala berlanjut menjadi belang kuning, sedangkan bentuk daun tidak banyak berubah.
  • Daun muda/pucuk cekung dan mengkerut dengan warna mosaik ringan, gejala berlanjut dengan seluruh daun berwarna kuning cerah, bentuk daun berkerut dan cekung dengan ukuran lebih kecil, serta pertumbuhan terhambat.

Penularan dan Penyebab

  1. Penyakit yang disebabkan oleh virus gemini tidak ditularkan karena tanaman bersinggungan atau terbawa benih. Di lapangan virus ditularkan oleh kutu kebul Bemisia tabaci atau Bemisia argentifolia. Kutu kebul dewasa yang mengandung virus dapat menularkan virus selama hidupnya pada waktu dia makan pada tanaman sehat. Satu kutu kebul cukup untuk menularkan virus. Efisiensi penularan meningkat dengan bertambahnya jumlah serangga per tanaman.
  2. Sifat kutu kebul yang mampu makan pada banyak jenis tanaman (polifagus) menyebabkan virus ini menyebar dan menular lebih luas berbagai jenis tanaman.
  3. Virus gemini memiliki tanaman inang yang luas dari berbagai tanaman seperti: ageratum, kacang buncis, kedelai, tomat, tembakau, dll.

Kepompong berbentuk oval, agak pipih, berwarna hijau ke putih-putihan sampai kekuning-kuningan. Pupa terdapat pada permukaan bawah daun. Serangga dewasa berukuran kecil, berwarna putih dan mudah diamati karena pada bagian permukaan bawah daun ditutup lapisan lilin yang bertepung.

Ukuran tubuhnya berkisar 1-1,5 mm dan siklus hidupnya antara 7-21 hari. Serangga dewasa biasanya berkelompok dalam jumlah yang banyak. Bila tanaman tersentuh, serangga tersebut akan beterbangan seperti kabut atau kebul putih.

Pengendalian

  1. Mengolah lahan dengan teknologi pupuk nongfeng ( kami memakai NF – HAHA dan pupuk dolmit ) serta pemakaian plastik mulsa putih perak.
  2. Pembibitan dengan cara penyungkupan tempat semaian dengan kain kasa atau plastik yang telah dilubangi. Dan membuat rak pembibitan setinggi lebih kurang 1 m
  3. Untuk daerah yang baru terkena serangan penyakit virus kuning tanaman muda ( sampai 30 hari ) yang terserang segera dimusnahkan, dan disulam / diganti dengan tanaman yang sehat.
  4. Pada daerah-daerah yang telah terserang berat, tanaman muda yang terserang tidak dimusnahkan, tetapi dibuang bagian daun yang menunjukkan gejala kuning keriting dan kemudian disemprotkan pupuk daun.
  5. Menanam pembatas / barrier jagung sebanyak 4-5 baris disekeliling pertanaman cabai.
  6. Memasang perangkap kuning sebanyak 40 buah/ha
  7. Penanaman tagetes ( bunga tai ayam ) terutama dipinggir pertanaman cabai.
  8. Pelepasan predator Menochillus sexmaculatus, mampu memangsa sebanyak 200 – 400 ekor B. tabaci per hari, 12 ekor thrips per hari, 200 ekor aphids per hari, Siklus hidup 18-24 hari, satu ekor betina menghasilkan telur sekitar 3.000 butir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *